Kamis 1 Desember 2022, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala menyelenggarakan rapat dan sosialisasi terkait produksi perikanan 2022 dan Perencanaan tahun 2023. Rapat yang mengundang pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta mengundang seluruh penyuluh perikanan se Kabupaten Barito Kuala diselenggarakan di aula Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.
Pelaksanaan Harian Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala H. Purkan,SH membuka acara sekaligus memberikan paparan tentang Perencanaan Pembangunan Perikanan tahun 2023. Dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa urusan perikanan terbagi atas dua bidang yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Pada perikanan tangkap menyangkut dua aspek yaitu wilayah tangkap perairan umum dan perairan laut. dan Perikanan budidaya yang intinya mengusahakan pemeliharaan ikan diwilayah daratan dan diwilayah perairan atau sungai. Di Barito Kuala Perikanan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikelola baik itu wilayah sungai dan wilayah daratan menjadi tempat untuk usaha budidaya ikan termasuk juga diwilayah pesisir yang sebagian wilayahnya berada pada kawasan suaka margasatwa.
Pada rencana pembangunan perikanan tahun 2023 harus memperhatikan yang menjadi visi pelayanan dari DKPP yang akan dicapai melalui misi-misi sebagai jalan untuk mencapai dari visi tersebut. Gambaran keberhasilan dari visi tersebut dituangkan dalam target indikator yang akan dicapai. Untuk tahun 2023 salah satu Indikator Kinerja Utama adalah Persentase pertumbuhan produksi perikanan terdiri dari produksi perikanan budidaya dan produksi perikanan tangkap.

Paparan dari Kepala Bidang Perikanan Budidaya menyampaikan tentang capaian produksi perikanan budidaya tahun 2022 dan rencana target tahun 2023. Target produksi dari tahun 2019 hingga semester pertama tahun 2022 adalah sebagai berikut :

Secara fluktuati target dan capaian produksi perikanan budidaya bisa dicapai dan ada juga yang tidak mencapai target. Terutama pada tahun 2021 akibat dari banjir yang merendam hampir semua wilayah yang ada potensi perikanan budidaya berakibat tidak tercapainya target disebabkan rusaknya sarana prasarana budidaya termasuk benih ikan dan ikan yang siap jual terlepas dari kolam bahkan ada yang mati. Untuk capaian tahun 2022 sampai bulan juni produksi perikanan budidaya 4982 ton. Melalui kinerja penyuluh perikanan dan para pembudidaya ikan diharapkan sampai semester akhir target yang diinginkan dapat tercapai. Untuk target 2023 kemungkinan akan ada perubahan disebabkan akan tidak ikut disertakan lagi wilayah pesisir Barito Kuala khusus kawasan tambak karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah kawasan pesisir laut merupakan kewenangan provinsi termasuk dalam pengelolaan sumberdayanya. Selanjutnya dilakukan diskusi-diskusi membahas seputaran capaian produksi dan permasalahan dilapangan.
