Pengembagan budidaya ikan lokal merupakan program jangka panjang Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2005 – 2025 ada hal hal penting kenapa ikan lokal menjadi tranding topic di dunia perikanan khususnya pembenihan dan budidaya yaitu : 1. Beberapa ikan lokal sudah mulai berkurang bahkanada yang sudah punah spesiesnya. 2. Menjadi kebiasaan konsumsi masyarakat Kalimantan Selatan yang fanatik dengan ikan lokal (ketupat kandangan, papuyu baubar dan kuliner lainnya yang berbahan ikan lokal).3. Ikan gabus haruan sudah dimanfaatkan untuk keperluan medis / pengobatan. 4. Peluang besar untuk pembenihan ikan lokal untuk dibudidayakan dan restoking ikan. 5. Tempat yang sederhana untuk pemijahan ikan dan pembesaran ikan tersebut.

Pada BBI Sungai Kambat sampai sekarang belum mampu melaksanakan pemijahan ikan lokal khususnya ikan haruan gabus tetapi BBI Sungai Kambat bekerjasama dengan Penyuluh Perikanan bersama-sama membina kelompok perikanan untuk pemijahan ikan haruan gabus, salah satunya yaitu kelompok Tunas berlokasi di Desa Tanipah Kecamatan Mandastana, kelompok ini diketuai oleh Abdul Hakim beranggotakan 12 orang, dan memulai usahanyatahun 2012 Asal mula budidaya ikan haruan ini adalah menangkap di alam (sungai setempat) selanjutnya dikumpulkan untuk dibudidayakan, pada tahun 2014 mendapatkan bantuan dana PUMP dibantu berupa benih ikan haruan untuk dibudidayakan di kolam tanah dan hapa seiring waktu berjalan pada tahun 2017 mulai mencoba melakukan pembenihan secara alami di kolam tanah dimanainduk-induk yang di anggap matang gonad dikumpulkan dalam satu kolam besar untuk memijah larva – larva umur 2 minggu dipisahkan dari kolam induk di pindahkan ke kolam/hap untuk selanjutnya di besarkan sampai jadi benih siap jual atau dibudidayakan kurang lebih 6 bulan sampai menjadi ukuran konsumsi dengan harga Rp. 40.000,00 per kilo. Pakan-pakan ikan haruan tersebut murni pakan alami dari lumut yang ada dikolam dan ikan-ikan bilis atau seluang yang ada di sungai.

Kendala yang dihadapi selama pengelolaan kolam budidaya, pembenihan ikan dan pemasaran yaitu modal untuk pengembanagn skala yeng lebih besar lagi, untuk pemasaran masih terbatas daerah Kecamatan Madastana. Kendala teknis sumberdaya manusia terkadang semangat anggota pada waktu tertentu menurun sehingga mempengauhi aktifitas kelompok.

Dengan terus melakukan komunikasi baik baik Penyuluh Perikanan, kelompok budidaya ikan dan BBI Sungai Kambat untuk mencari potensi pembenihan ikan, pembinaan berupa sharing teknologi dan motivasi semangat kelompok untuk melakukan usaha.