Kampung Ikan Patin yang digagas oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Provinsi Riau memang layak disebut Kampung Patin karena dari satu desa ini dihasilkan ikan patin sebanyak 15 ton perhari. Desa Koto Mesjid ini juga memproduksi beberapa macam produk olahan namun yang paling terkenal dari kampung ini adalah olahan ikan salai patin yang dilaksanakan ibu-ibu anggota pokdakan di Unit Pengolahan Ikan binaan Dinas Perikanan Kab Kampar.


Sebelum studi lapangan di Kampung Patin Koto Mesjid Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala bersama Komisi III DPRD Kabupaten Barito Kuala melaksanakan studi komparatif di Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada tanggal 19 Mei 2022 yang disambut baik dan hangat oleh Julfahmi,S.Pi,M.Si selaku Kepala Dinas Perikanan beserta para pejabat dan stafnya. Beliau menyampaikan selamat datang di Kabupaten Kampar dan berterimakasih menjadikan Kabupaten Kampar sebagai lokasi studi komparatif untuk belajar pengembangan kegiatan budidaya ikan khususnya ikan air tawar hingga menjadikan beberapa kampung ikan seperti Kampung Patin, Kampung Jelawat dan Kampung Lele. Disampaikan pula potensi Kabupaten Kampar yang berada dijalur lintas sumatera mempunyai lahan budidaya ikan 6.521 Ha dengan kemampuan produksi 56.000 ton/tahun menjadikan Kabupaten Kampar produksi ikan air tawar terbesar di Provinsi Riau. Dengan kemampuan dan potensi selayaknya dikembangkan kampung-kampung ikan dan salah satunya sudah mendapat Surat Keputusan Kementerian Kelautan Perikanan.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala yang dipimpin Agung Purnomo Wakil Ketua DPRD beserta anggota komisi III dan Dr.Ir. Rahmanuddin,Ms Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan beserta staf. Agung Purnomo mengucapkan terima kasih sudah diterimanya tim dari Barito Kuala dan berharap dapat menggali informasi dan bertukar pengetahuan tentang pengembangan usaha perikanan dan menjadikan bahan pembelajaran untuk pengembangan usaha perikanan di Barito Kuala. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Barito Kuala menyampaikan bahwa apa yang dikembangkan di Kabupaten Kampar melalui Kampung-Kampung Ikan merupakan suatu kegiatan terpadu usaha perikanan yang didalamnya ada usaha budidaya ikannya mulai dari pembenihan, pembesaran dan pengolahannya dimana keterpaduan tersebut sangat didukung oleh peluang pasar yang tidak hanya pasar lokal tapi sudah menguasai regional dan produk olahannya sudah mencapai pasar internasional atau luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Pada kesempatan selanjutnya dilakukan studi lapangan untuk melihat dan berdiskusi pada lokasi unit usaha budidaya ikan patin.
