Melihat kondisi perairan yang berada di dalam Komplek Firdaus Kecamatan Mandastana cukup sulit membayangkan bahwa ada usaha budidaya ikan di komplek perumahan ini. Walau disini air cukup melimpah namun tingkat keasaman disini sangat tinggi dengan kisaran pH 3 – 4. Diperairan sekitar perumahan ini hanya jenis ikan rawa yang nampak berhabitat seperti ikan Sepat, Papuyu dan Haruan.

Namun dengan keuletan Kelompok Pembudidaya Ikan Firdaus Makmur mereka mampu mengubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi usaha yang cukup menjanjikan untuk usaha budidaya ikan apalagi ikan yang dipelihara adalah ikan Lele, jenis ikan yang biasa hidup dengan kondisi pH yang ideal.

Kunci keberhasilan usaha mereka ada pada 2 (dua) teknik yaitu

  1. Water Treatment Point yaitu kelompok ini melakukan pengolahan air rawa yang asam menjadi air yang cukup ideal untuk budidaya ikan lele, caranya dengan menyiapkan kolam penampungan yang ditreatment dengan kapur dan pupuk organik yang selanjutnya dimasukan kedalam media budidaya ikan
  2. Pembuatan Pasta Pakan yaitu mengolah pakan ikan sendiri dalam bentuk pasta beku, dengan bahan ikan rucah, pelet ikan murah dan probiotik

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala pada Selasa 13 Agustus 2024 melalui tim Bidang Perikanan Budidaya melakukan pembinaan terhadap usaha dan kelompok ini, dengan memberikan masukan dalam pengembangan kelompok mereka maupun teknis budidaya ikan yang baik.