Pada Tahun 2021 ini BBI Sungai Kambat menambah unit pendederan berupa kolam Bioflock sebanyak 10 (sepuluh) unit dengan diameter 3 m.
Bioflock berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti kehidupan dan floc yang berarti gumpalan. Penggabungan definisi dari dua kata ini kemudidan memiliki arti tersendiri, yaitu bahan organik hidup yang menyatu menjadi gumpalan-gumpalan.
Dalam budidaya perikanan, gumpalan-gumpalan bahan organik ini nantinya akan menjadi pakan bagi komoditi yang dibudidayakan. Pada budidaya ikan, pembuatan flok memanfaatkan limbah ikan itu sendiri. Dengan penumbuhan mikroorganisme, limbah budidaya akan menjadi ramah lingkungan dan dapat dijadikan pakan oleh ikan tersebut.
Mikroorganisme yang ditumbuhkan haruslah yang bersifat non fatogen, memiliki kamampuan mensentesis poli Hidroksi Alkanoat (PHA), memproduksi enzim dan mampu menetralkan racun yang ada. Penubuhan mikroorganisme itu sendiri dapat dilakukan dengan pemberian probiotik pada kolam budidaya serta memasang aerator untuk menyuplai oksigen dan sebagai alat pengadukan air kolam.

Keuntungan dari sistem bioflok yaitu pH relatif stabil, pH nya cenderung rendah sehingga kandungan amoniak (NH3) relatif kecil, tidak tergantung pada sinar matahari serta aktivitasnya akan menurun bila suhu rendah, tidak perlu ganti air (sedikit ganti air) sehingga biosecurity (keamanan) tetap terjaga, limbah (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang serta dijadikan makanan alami berpotensi tinggi.